santuy sembari slurup

Harmonis karena tak ada yang mengeksekusi, memaklumi hal-hal yang begitu aneh di memori ataupun publik tanpa ada kalimat benci dan semacamnya menunjukan satu langkah berhasil, memaklumi menjadi bahan sosialisasi terutama pada permasalahan yang tepat. Semua membutuhkan pertimbangan untuk menjalankan sesuatu.

Kerjasama tanpa memandang peringkat leluasa dalam melakoni sesuatu. Peringkat hanya membuat kita merasa ada dimana kita. Namun ketika kita tau berada diatas pasti memikirkan sesuatu bahwa kita sudah terdepan walaupun sekilas dan itu menjadikan sebuah lagkah bahwa tak ada lagi di atas kita namun kita tidak tau bahwa diatas langit masih ada langit. begitu pula yang di bawah menjadikan sebuah pemilihan momen bangun dari jatuhnya atau putus asa. Kenapa begitu, karena mental manusia tak sama dan berimbas sebab akibat alasan tanpa alasan, kita bukan manusia super yang bisa baca pikiran seseorang, langkah terbaik tidak saling menyalahkan satu sama lain.


Gambar di atas semisal, memadukan sumber air dan ribuan pohon. Selain itu ada beberapa manfaat lain yang bisa kita nikmati akselerasi ekosistem yang kita nikmati setiap hari yakni air. Ada beberapa informasi mengenai hal ini dan penyesuaian nya karena spesifikasi bloger memudahkan bagaimana spesifikasi ini menjadikan objek bagaimana hal lain juga terpikirkan atau mencerna untuk tujuan masing-masing.

Pohon semisal, menjadi simbol populer dari sebuah kelestarian lingkungan untuk saat ini. Banyak sekali manfaat dari sebuah pohon yang secara sadar atau tidak sadar dapat diperoleh. Dari ujung daun  sampai ujung akar sebuah pohon memiliki fungsi yang dari fungsi tersebut memiliki dampak eksternalitas positif untuk lingkungan di sekitar pohon itu tumbuh. Namun, fakta tentang semakin  merebaknya illegal loging (penebangan pohon secara illegal) menjadi isu yang bertentangan dengan asumsi anggapan pohon adalah simbol kelestarian. Penebangan tersebut dilakukan dengan berbagai  alasan yang dilandasi kepentingan jangka pendek semata, tidak jangka panjang. Sebelum kita meyakini anggapan bahwa pohon adalah simbol dari sebuah kelestarian lingkungan, ketahuilah terlebih dahulu fakta fakta dibawa ini tentang pohon itu sendiri sehingga kita  sepakat dan paham bahwa pohon sebagai simbol kelestarian. Berikut faktanya :

1. Penghasil Oksigen
Melalui proses fotosintesis (menyerap dan mengubah karbondioksida (CO2) menjadi oksigen (O2) dengan bantuan sinar matahari) yang dijalankan sebuah pohon. Ketersediaan oksigen diruang bumi menjadi tugas besar sebuah pohon. Maka dari itu semakin menipisnya luas hutan dunia apakah pertanda bahwa akan semakin menipisnya ketersediaan oksigen di bumi ini?

2. Penyedia Sumber Pangan
Sebuah pohon menjadi produsen utama dari piramida makanan yang ada. Buah/dedaunan yang dihasilkan menjadi sumber makanan bagi makhluk hidup lain (tak terkecuali manusia). Semakin melimpahnya pohon maka sumber makanan pun semakin banyak, tapi sebaliknya  dengan semakin berkurangnya pohon maka sumber makanan menipis dan akan mengganggu piramida makanan yang ada.

3. Penahan Laju Air dan Erosi
Ketersediaan air di dalam tanah ternyata tidak lepas dari peran sebuah pohon. Dengan adanya pohon, potensi air terserap kedalam tanah menjadi 60-80% sehingga meningkatkan cadangan air tanah dan menghindarkan dari kekurangan air di lingkungan sekitar pohon itu.Dari 3 fakta diatas terbukti bahwa peran pohon sangat besar terhadap penyediaan unsur dasar untuk makhluk hidup bumi bisa bertahan hidup. Unsur unsur tersebut diantaranya adalah Oksigen untuk bernafas, makanan, dan air sebagai sumber tenaga. Tanpa ketiga hal tersebut saja sudah dapat dipastikan bahwa makhluk hidup apapun tidak akan dapat bertahan alias mati dan bahkan saja punah.

Hal lain yang dapat kita ungkap dari manfaat pohon itu sendiri sangat banyak sekali, berikut manfaat lain  dari sebuah pohon:

1. Antisipasi banjir karena fungsinya yang menyerap air.
2. Antisipasi erosi dan tanah longsor karena adanya fungsi akar yang tumbuh ke bawah  sehingga memperkuat kekuatan tanah.
3. Rumah bagi beberapa makhluk hidup (burung, tupai, monyet, serangga dll).
4. Bagian bagian pohon yang memiliki khas tertentu dapat dijadikan sebagian ramuan obat dan tambahan masakan.
5. Payung alami karena menghalangi sinar matahari secara langsung dan air hujan yang turun.
6. Kehadiran pohon membuat lingkungan menjadi nyaman terutama pada siang hari karena banyaknya oksigen yang dihasilkan.
7. Menyerap zat zat yang berbahaya di udara.
8. Pohon dapat menjadi sebagai filter air yang alami.
9. Mengurangi dari gas efek rumah kaca karena pohon menyerap banyak karbon dioksida.
10. Meningkatkan harga jual dari sebuah properti. Kehadiran pohon memberikan nuansa yang  nyaman dibandingkan properti yang tidak memiliki pohon.
11. Batang pohon dapat dijadikan sebagai bahan baku industri furniture dan industri lainnya.
12. Pohon dapat menjadi sumber mata pencaharian dan menjadi sumber pendapatan.
13. Pohon akan mempercepat pemulihan penyakit yang di derita manusia karena adanya unsur keindahan dan kenyamanan yang diberikan oleh sebuah pohon.
14. Pohon akan mengurangi potensi stress dan membuat manusia lebih nyaman.
15. Di bawah pohon sebagai tempat bermain yang menyenangkan.
16. Pohon sebagai pendukung dekorasi tata ruang kota yang baik.
17. Pohon sebagai sumber kebudayaan dan tradisi tertentu.
18. Pohon sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Banyak lagi manfaat-manfaat yang diberikan dari sebuah pohon yang sifatnya relatif berbeda di setiap daerah dan lingkungan. Perlu disadari bahwa pohon telah memberikan banyak sekali manfaat dalam kelangsungan hidup kita sampai dengan hari ini. Maka dari itu peran serta kita manusia sebagai makhluk hidup yang juga mendapat manfaat dari sebuah pohon sangat penting dan krusial. Tidak hanya memanfaatkan untuk kepentingan saat ini namun juga akan kelestariannya. Semakin intensnya bencana banjir, tanah longsor, punahnya beberapa spesies, dan bencana lainnya yang kita hadapi dalam dekade terakhir ini juga disebabkan semakin besarnya eksploitasi yang kita lakukan terhadap populasi pohon itu sendiri (hutan). Sebagai gambaran, data dari forest watch Indonesia memperlihatkan besarnya deforestasi hutan di 7 pulau besar Indonesia, diantaranya pulau Sumatra, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang terjadi dari tahun  2000–2009. Data diatas menggambarkan bahwa deforestasi (konservasi lahan hutan/penebangan hutan secara permanen) yang terjadi pada dekade ini sangat besar. Setiap pulau melakukan deforestasi tanpa terkecuali, terutama di jawa yang angka cukup besar bila diukur dari jumlah tutupan lahan dengan besarnya deforestasi yaitu 60,64% hutannya telah deforestasi. Menyusul pulau pulau lainnya seperti Kalimantan dan Papua yang luas hutannya relatif besar telah melakukan deforestasi untuk beberapa kepentingan tertentu. Data tersebut memberikan gambaran Indonesia dengan luasnya hutan yang dimiliki ternyata dibarengi dengan deforestasi yang cukup besar juga. Tentu ini menjadi salah satu penyebab banyaknya bencana alam yang sifatnya adalah akibat dari rusaknya sebuah sistem ekosistem bukan dari yang sifatnya alamiah dari alam. Banjir terjadi di beberapa kota secara berkala, tanah longsor, dan bencana lainnya.

Apakah bencana yang telah terjadi dibiarkan terus berulang ulang dan semakin akan bertambah lagi tidak disikapi dengan perubahan cara pandang dan perilaku terhadap pohon itu sendiri. Kita sebagai bagian dari alam turut bertanggung jawab dan sepatutnya sekarang memperbaiki kerusakan yang ada. Biaya yang mahal untuk penanggulangan hutan hutan gundul saat ini tidak sebanding dengan nanti biaya yang akan generasi berikutnya hadapi. Biaya akan kerusakan yang generasi mendatang tanggungakan jauh lebih besar dari biaya menanggulangi saat ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama.Memulai dengan satu langkah kecil namun pasti harus dilakukan oleh setiap individu. Kesadaran akan tanggung jawab itu tidak hanya milik segilintir orang saja namun semuanya. Berikut hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mulai memperbaiki dan menjaga kelestarian pohon itu, 3 hal sederhana yang bisa kita mulai lakukan :

1. Bila memiliki halaman di depan maupun dibelakan rumah tanamilah dengan tanaman tanaman kecil ataupun besar yang nantinya akan lebih mudah perawatannya apabila ditanam di dekat rumah sendiri.
2. Tidak merusak tanaman dalam hal ini pohon yang berada di fasilitas publik (taman publik,
trotoar, dsb).
3. Terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam aksi penghijaun dan reboisasi yang dilakukan oleh LSM ataupun lembaga lainnya.

Untuk itu silahkan anda sebagai pembaca mencerna bagaimana judul yang bloger buat banyak kesalahan. Namun maksud bloger sendiri untuk mengajak pembaca untuk tidak terlalu menilai bahwa juara bukan untuk peringkat saja, namun kerjasama mengakselerasikan pada hasil yang tak tertandingkan juga. Bahkan ada makna sosial yang menjanjikan sekalipun orang lain abstrak menilainya. Sadarilah pro dan kontra sudah biasa, pada saatnya pula mereka menyadari apa lebih dan kurang yang penikmat rasakan menegosiasi hal yang tanpa alasan diketahui masing-masing orang.



Komentar